Jakarta - “Saya sudah dicover asuransi dari kantor, jadi tidak perlu lagi asuransi individu”

Kurang lebih kalimat seperti itu yang sering terdengar ketika ditanyakan apakah mereka sudah memiliki Asuransi Pribadi atau tidaknya. Sering kali orang menganggap bahwa asuransi kantor sudah pasti akan menanggung seluruh biaya ketika karyawan jatuh sakit, namun faktanya ternyata tidak sedikit kasus yang akhirnya fasilitas tersebut tidak memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

Di lapangan, masih banyak dari pekerja yang pada akhirnya harus menanggung sisa biaya pengobatan untuk membiayai risiko atas kesehatan yang terjadi.

“Padahal kan sudah ada fasilitas kantor, namun kok masih harus bayar ya?”

Hal ini dikarenakan fasilitas kesehatan dari kantor  memiliki limit pada setiap plafonnya. Plafon ini yang sering kali terabaikan oleh karyawan, sehingga banyak yang merasa selama mereka bekerja, maka mereka akan tetap aman apabila terkena risiko tersebut. Akan tetapi, banyak juga terjadi kasus yang ternyata kebutuhan untuk mengobati risiko kesehatan yang menimpa lebih besar dari fasilitas yang diberikan, hal ini membuat banyak pekerja yang akhirnya meminta bantuan pinjaman dari tempat kerja mereka untuk membayar selisih atas plafon kesehatan yang tersedia.

Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh karyawan, antara lain:

  1. Mengetahui Uang Pertanggungan atau limit cover asuransi dari Kantor

Seperti pada contoh kasus diatas, pada umumnya Asuransi fasilitas kantor menjamin risiko dengan limit tertentu.Dengan adanya limit tersebut kita wajib tahu manfaat apa saja yang diberikan atau dicover oleh asuransi, sehingga tidak ada biaya ekstra yang kita keluarkan diluar limit asuransi tersebut.

  1. Manfaat Perlindungan ke Anggota Keluarga Karyawan

Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh kantor umumnya mengikutsertakan anggota keluarga bagi karyawannya yang sudah menikah. Namun umumnya, jumlah yang dapat diikutsertakan dibatasi. Sebagai contoh, jumlah anggota keluarga (anak) yang dapat diikut sertakan maksimal 2 (dua) orang anak. Apabila Anda memiliki anak lebih dari batas yang ditanggung (2 anak), maka selebihnya merupakan tanggungan pribadi. Dan apabila usia anak melebihi usia 25 (dua puluh lima) tahun maka sudah tidak menjadi tanggungan perusahaan.

  1. Tidak Semua Asuransi pada Fasilitas Kantor memberikan manfaat pada karyawan apabila karyawan mengalami cacat tetap

Asuransi dari fasilitas kantor memungkinkan mempunyai manfaat tersebut. Namun itu juga tergantung dari kebijakan perusahaan. Umumnya, fasilitas ini juga tergantung dengan lini pekerjaan. Semakin berisiko sebuah pekerjaan, maka terdapat kemungkinan untuk asuransi ini juga diikutsertakan. Dengan adanya tambahan asuransi individu khususnya Personal Accident, maka karyawan bisa mendapatkan manfaat dari risiko Cacat Tetap atau Biaya rawat inap akibat dari kecelakaan selama bekerja.

  1. Status Karyawan Kontrak

Sebagai karyawan Anda berhak menanyakan perihal employee benefit kepada perusahaan. Apabila Anda masih berstatus karyawan kontrak maka ada beberapa perusahaan yang  tidak mengikutsertakan karyawan kontrak dalam fasilitas Employee Benefit, walaupun Anda sudah bekerja pada kantor tersebut.

Poin-poin di atas adalah hal yang perlu diperhatikan jika Anda masih mengandalkan asuransi yang difasilitasi oleh kantor. Dengan mengetahui manfaat apa yang didapatkan, maka kita dapat merencanakan keuangan kita dengan lebih baik lagi. Dengan begitu kita dapat mengetahui kebutuhan tambahan berasuransi apa yang perlu kita persiapkan juga.

 

 

Sumber:

https://www.pexels.com/

https://infobrand.id/sudah-ada-asuransi-kantor-masih-perlu-asuransi-tambahan.phtml

https://yofiesetiawan.com/blog/saya-sudah-ada-asuransi-dari-kantor.html

https://finansial.bisnis.com/read/20211105/55/1462691/sudah-ada-asuransi-kantor-masihkah-perlu-asuransi-tambahan


Komentar